Postingan

Seorang Pemuda Tewas Usai Pesta Miras Setelah Dikeroyok Dan Dianaya di Makassar

Makassar - Seorang pemuda bernama Hamma (22) tewas usai dikeroyok dan dianiaya usai pesta miras di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. Polisi telah menangkap lima orang pelaku pengeroyokan. Kepala Kepolisian Sektor Tamalanrea, Ajun Komisaris Polisi Muhammad Mukhtari mengatakan pihaknya telah menangkap lima orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap Hamma. Lima orang ditangkap yakni MI (18 ), MFR (17 ), SH (17 ), MQ (18 ), dan WR (16 ). "Kurang dari 12 jam kami berhasil menangkap lima orang terduga pelaku disejumlah lokasi berbeda,"ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (11/10). Mukhtari menerangkan setelah mendapat laporan dari ayah korban, pihaknya lalu bergerak menyelidiki keberadaan para pelaku yang kabur setelah melakukan penganiayaan. Petugas lebih dulu menangkap MQ di Jalan Pajjaiang, Kecamatan Biringkanaya. "Kemudian kami menangkap terduga pelaku lainnya yakni MI, MFR, SH dan WR di lingkungan Pattene, Kabupaten Maros. Untuk dua pelaku la

Penemuan Bahan Peledak 35 Kg di Gunung Ciremai Hanya Berjarak 7 Km Dari Pemukiman Warga

Jakarta - Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, bahan peledak yang ditemukan Tim Densus 88 Antiteror dan Brimob Polda Jabar di Gunung Ciremai, Kabupaten Majalengka, berjarak sekitar 7 kilometer dari permukiman warga. Menurutnya, bahan peledak yang memiliki daya ledak tinggi berjuluk 'Mommy of Satan' seberat 35 Kg itu masih aktif saat ditemukan oleh petugas. Namun kini bahan peledak itu sudah didisposal hingga nonaktif. "Bom tersebut dalam kondisi utuh dan aktif, dalam artian itu bisa diaktifkan saat ditemukan,"katanya di Polda Jawa Barat, Selasa (5/10). Erdi mengungkapkan, sebagian dari bahan peledak itu sempat diledakkan di lokasi penemuan oleh kepolisian guna mengukur seberapa daya eksplosif bahan tersebut. Hasilnya, kata dia, bahan peledak itu berdaya ledak kuat dan cukup mengkhawatirkan apabila tidak segera ditangani petugas. "Dengan sedikit saja, ternyata itu dapat mengakibatkan suatu getaran yang sangat kuat

Memperingati 2 Tahun Tewasnya Randi-yusuf, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan di Kendari

Jakarta - Ribuan Mahasiswa yang tergabung dari berbagi universitas di Kota Kendari turun ke jalan. Mereka menggelar aksi damai dalam rangka memperingati dua tahun tewasnya Yusuf Kardawi dan Randi, pada Senin (27/09). Yusuf-Randi merupakan dua mahasiswa di kendari yang tewas tertembak saat mengikuti aksi demonstrasi menolak RUU di Kantor DPRD Provinsi Sultra, pada Kamis 26 September 2019 silam. Aksi ini disebut mahasiswa sebagai peristiwa September Berdarah (Sedarah). Aksi demonstrasi yang digelar di tiga titik lokasi yang berbeda membuat sejumlah ruas jalan ditutup polisi. Berdasarkan pantauan jurnalis kendarinesia di lapangan, tiga tempat digelarnya aksi demonstrasi damai diantaranya, Tugu Kampus, Bundaran Container Anduonohu, dan markas besar Polda Sultra. Bahkan akses masuk ke areal gedung Polda Sultra ditutup menggunakan kawat berduri oleh polisi. Ratusan Personil dari Brimob Polda Sultra juga telah dikerahkan guna mengamankan jalannya aksi damai kali ini. Seperti dik

Belum Ada Tanda-tanda Menyerahkan Diri, Perburuan 4 DPO Anak Buah Ali Kalora Masih Dilanjutkan

Jakarta - Polisi belum dapati tanda-tanda menyerahkan diri empat anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) anak buah Ali Kalora. Walaupun imbauan telah diberikan petugas pasca baku tembak antara Satgas Madago Raya dengan kelompok MIT. "Tetap kita imbau, tetapi belum ada tanda-tanda (menyerahkan diri),"kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto saat dihubungi wartawan, Senin (20/9/2021). Karena belum ada tanda menyerahkan diri, Satgas Madago Raya pun tetap melakukan pengejaran terhadap empat anggota yang tersisa yaitu, Askar pen name Jaid alias Pak Master, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias hasan Pranata, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. "Sampai dengan saat ini petugas Mandago Raya masih terus melakukan perburuan 4 DPO teroris Poso yang tersisa di wilayah Poso, Parigi Moutong dan Sigi,"katanya. Selain itu, Didik juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan bantuan terhadap para DPO yang tersisa. Serta melaporkan

Tanggapan Polri Mengenai Hacker Asal China DIduga Meretas 10 Jaringan Internal Kementerian

Jakarta - Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Koordinasi untuk mendalami kebenaran dugaan peretasan di 10 kementerian Indonesia oleh Mustang Panda Team, hacker asal China. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono belum menjelaskan detail sejauh mana sikapnya mengenai dugaan peretasan tersebut. "Dikoordinasikan ke kementerian tersebut,"ujar Argo di Jakarta, Senin (13/9/2021). Diketahui, hacker asal China diduga menembus jaringan internal kementerian dan lembaga Indonesia. Jumlahnya mencapai 10 kementerian dan lembaga. Penyusupan tersebut ditemukan oleh Insikt Team, divisi penelitian ancaman Videotaped Future. Dikutip dari laman The Document, Minggu (12/9/2021), penyusupan ini dikaitkan dengan kelompok yang disebut Mustang Panda. Mereka merupakan kelompok asal China yang memiliki kampanye spionase siber dengan menargetkan kawasan Asia Tenggara. Peneliti Insikt pertama kali menemukan kampanye ini, April 2021, ketika mere

Terduga Kasus Pelecahan Seksual di Kantor KPI Diperiksa Polisi

Jakarta - Sejumlah pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di kantor pusat di Jakarta yang menjadi terduga pelaku pelecehan seksual terhadap rekan sekantornya menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (6/9/2021). "Ya, sesuai rencana para terduga pelaku akan kami mintai keterangan hari ini,"kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Whardan, Senin, seperti dilaporkan  Wisnu tak merinci berapa orang terduga pelaku yang akan menjalani pemeriksaan hari ini. Namun, MS yang menjadi korban dalam kasus ini telah melaporkan lima orang rekan sekantornya yakni RM, FP, RT, E0 dan CL. Dalam laporannya, MS menceritakan bahwa pelecehan seksual itu dilakukan di ruang kerja di Kantor KPI Pusat pada 22 Oktober 2015. MS yang tengah bekerja tiba-tiba didatangi oleh para terlapor. Sebelum memeriksa para terlapor hari ini, Polres Jakpus sudah lebih dulu memeriksa sejumlah saksi. Kasus pelecehan seksual yang menimpa MS itu mencuat setelah ia menulis su

Polisi Siap Melakukan Pengamanan Saat Hakim Hendak Membacakan Putusan Banding Habib Rizieq

Jakarta - Hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta akan membacakan putusan banding terkait perkara swab RS Ummi dengan terdakwa Rizieq Shihab, pada Senin (30/8/2021). "Sidang dengan program putusan dijadwalkan hari ini di PT DKI, itu terkait perkara swab RS Ummi,"kata salah satu penasihat Rizieq Shihab, Ichwan Tuankotta ketika dihubungi, Senin, (30/8/2021). Ichwan berharap, hakim dapat membebaskan Rizieq Shihab dalam perkara ini. "Harapan kita hakim pakai hati nurani, melihat fakta-fakta persidangan yang kemarin sudah diperlihatkan di PN Jaktim dan memutuskan bebas untuk Habib,"ucap dia. Siapkan Pengamanan Terkait beredarnya ajakan kepada simpatisan menyaksikan persidangan dk PT DKI Jakarta, Ichwan mengaku tidak mengetahuinya. "Kita tidak tahu itu dari mana, "ujar dia. Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih Kompol Ade Rosa mengatakan, kepolisian sudah menyiapkan pengamanan untuk mengawal jalannya persidangan. "Kita siapkan pengama